Loading...

NUCLOZ®

NUCLOZ®

Komposisi

Setiap tablet NUCLOZ®-25 mengandung Clozpaine 25 mgSetiap tablet NUCLOZ®-100 mengandung Clozpaine 100 mg

Farmakologi

90-95% akan diserap setelah pemberian Clozapine secara oral, pemberian makanan akan memperpanjang waktu paruh Clozapine. Clozapine mengalami metabolism lintas pertama, bioavailabilitas absolut 50-60%. Pada keadaan steady state, jika diberikan dengan dosis 2 kali sehari, kadar puncak plasma Clozapine akan terjadi dalam 2,1 jam (rata-rata: 0.4-4.2 jam) dan volume distribusi 1.6 L/kg. 95% akan terikat pada plasma protein. Eliminasi Clozapine adalah bifasik, dengan waktu paruh akhir 12 jam (rata-rata: 6-26 jam). Setelah dosis tunggal 75 mg, rata-rata waktu paruh akhir adalah 7.9 jam, meningkat hingga 14.2 jam pada keadaan steady state yang dicapai dengan pemberian dosis harian 75 mg selama sedikitnya 7 hari. Peningkatan dosis 37.5 mg – 75 mg dan 150 mg diberikan dua kali sehari tidak ditemukan perbedaan hasil selama steady state dalam peningkatan dosis secara proporsional linier terhadap peningkatan area kurva di bawah konsentrasi plasma (AUC) dan pada konsentrasi puncak dan minimum. Clozapine dimetabolisme secara lengkap sebelum ekskresi. Metabolit utamanya, hanya memethyl yang ditemukan dalam bentuk aktif. Metabolit aktif tersebut memiliki aktifitas farmakologi menyerupai Clozapine, tetapi lebih lemah dan kerjanya lebih singkat. Hanya ditemukan dalam jumlah kecil dalam bentuk tidak berubah di dalam urin dan feses, rata-rata 50% dari dosis pemberian akan diekskresikan sebagai metabolit melalui urin dan 30% melalui feses.

Indikasi

  • Terapi resistant schizophrenia:

Clozapine diindikasikan untuk terapi pasien resistant schizophrenia seperti schizophrenis yang tidak responsive atau intoleransi terhadap antipsikotik klasik.

  • Tidak responsif didefinisikan sebagai tidak tercapainya perbaikan klinis yang diharapkan pada penggunaan dosis adekuat sedikitnya 2 antipsikotik yang diresepkan selama terapi adekuat.
  • Intoleransi didefinisikan sebagai tidak tercapainya manfaak efek klinik dengan antipsikotik klasik karena efek samping neurologi berat atau efek samping neurologi yang tidak dapat diterima.
  • Resiko kecenderungan bunuh diri: Clozapine diindikasikan untuk mengurangi resiko kecenderungan bunuh diri pada pasien dengan schizophrenia atau gangguan schizoaffective yang dinilai beresiko menjadi kronis dengan kecenderungan bunuh diri, berdasarkan riwayat dan keadaan klinisnya. Kecenderungan bunuh diri merujuk pada tindakan pasien melukai dirinya sendiri dan meningkatkan resiko kematian.

Dosis

Dosis harus disesuaikan untuk setiap individu. Untuk setiap pasien, sebaiknya dimulai dengan dosis terkecil efektif. Pasien yang diberikan terapi awal Clozapine harus sudah ada hasil pemeriksaan laboratorium dengan jumlah sel darah Putih (WBC) ≥ 3500/mm3 (3.5 x 109/L), dan jumlah netrofil absolut (ANC) ≥ 2000/mm3 (2.0 x 109/L), yang mengacu pada nilai standar normal.

Dosis disesuaikan dengan indikasi pada pasien yang juga menerima preparat yang memiliki interaksi farmakokinetik dengan Clozapine seperti benzodiazepine atau selective serotonine re-uptake inhibitors.

Di bawah ini adalah dosis yang direkomendasikan untuk pemberian oral, yaitu:

Terapi resistant schizophrenia:

  • Terapi awal:

Hari pertama: 12.5 mg ( ½ tablet) 1-2 kali diikuti 1-2 tablet 25 mg pada hari kedua. Apabila dosis tersebut dapat ditoleransi dengan baik, dosis dapat ditingkatkan perlahan-lahan, dari 25-50 mg sampai mencapai 300 mg/hari, dalam 2-3 minggu. Setelah itu apabila masih diperlukan, dosis sehari masih dapat ditingkatkan dengan 50-100 mg dalam setiap setengah minggu, lebih dianjurkan dalam interval per minggu.

  • Penggunaan pada pasien usia lanjut:

Terapi awal dianjurkan diberikan dalam dosis rendah (12.5 mg sekali pada hari pertama) dan dapat ditingkatkan dengan hati-hati menjadi 25 mg/hari. Hati-hati pemberian pada pasien yang juga menerima preparat yang memiliki interaksi dengan Clozapine seperti benzodiazepine, fluoxetine atau fluvoxamine.

  • Penggunaan pada anak-anak: keamanan dan efikasi Clozapine pada anak-anak belum ditentukan.
  • Dosis range terapi:

Pada kebanyakan pasien, efikasi antipsikosis dicapai dengan dosis 300-450 mg/hari, diberikan dalam beberapa dosis terbagi. Pada beberapa pasien memerlukan dosis yang lebih rendah, dan beberapa pasien memerlukan dosis hingga 600 mg/hari. Total dosis harian dapat diberikan dalam dosis terbagi dengan pembagian prosi terbesar adalah menjelang tidur. 

  • Dosis maksimum:

Untuk mendapatkan hasil terapi yang optimal sebagian kecil pasien memerlukan dosis yang lebih besar, dalam kasus yang dapat dipertanggungjawabkan (sebagai contoh tidak melebihi 100 mg) dosis dapat diberikan hingga 900 mg/hari. Kemungkinan meningkatnya efek samping (khusunya bangkitan kejang) terjadi pada dosis melebihi 450 mg/hari harus dipertin=mbangkan. 

  • Dosis pemeliharaan:

Setelah mendapatkan hasil terapi yang maksimum, beberapa pasien dapat dipeliharan dengan dosis efektif yang lebih rendah. Dianjurkan untuk menurunkan dosis yang dianjurkan secara titrasi dengan hati-hati. Pengobatan dapat diberikan paling sedikit selama 6 (enam) bulan. Jika dosis sehari tidak melebihi 200 mg, pemberian sekali pada malam hari lebih dianjurkan.

  • Terapi akhir:

Pada saat merencanakan menghentikan terapi dengan Clozapine, dianjurkan pengurangan dosis dilakukan secara bertahap dalam periode 1 sampai 2 minggu. Apabila penghentian pengobatan dengan Clozapine harus dihentikan secara tiba-tiba (missal karena leukopenia), pasien harus diperhatikan secara seksama terhadap gejala-gejala dan tanda-tanda kesembuhan psikosis yang behubungan dengan cholinergic rebound seperti banyak keringat, sakit kepala, nausea, muntah dan diare.

  • Terapi ulangan:

Pada penderita dengans elang waktu mendapatkan dosis terakhir Clozapine tidak lebih dari 2 (dua) hari, pengobatan harus diulangi lagi dengan 12.5 mg ( ½ tablet 25 mg) diberikan 1 sampai 2 kali pada hari pertama. Apabila dosis ini dapat ditoleransi dengan baik maka memungkinkan untuk menetapkan dosis sampai dosis terapi lebih cepat dari pengobatan pertama. Bagaimanapun, pada pasien yang sebelumnya terjadi henti jantung atau henti nafas pada pemberian terapi awal clozapine, tetapi dapat menerima dosis terapi secara titrasi, titrasi ulang harus dilakukan dengan sangat hati-hati. 

Perpindahan dari terapi antispikotik sebelumnya kepada Clozapine:

Secara umum dianjurkan bahwa Clozapine sebaiknya tidak diberikan bersamaan dengan antipsikotik lainnya. Jika terapi awal Clozapine diberikan pada pasien yang sedang menerima antipsikotik oral lainnya, dianjurkan dosis antipsikotik oral lainnya diturunkan atau dihentikan secara bertahap. Dokter harus memutuskan perlu atau tidaknya penghentian pemberian antipsikotik oral lainnya sebalum terapi awal Clozapine.

Penurunan resiko kecenderungan resiko bunuh diri pada schizophrenia dan gangguan schizoaffective:

 Rekomendasi dosis dan pemberian diuraikan sebelumnya dalam bagian Posologi dan cara pakai, mengenai penggunaan Clozapine pada terapi pasien resistant schizophrenia harus dipantau ketika mengobati pasien dengan kelainan schizophrenia atau schizoaffective karena resiko kecenderungan bunuh diri. Terapi Clozapine dianjurkan sedikitnya selama 2 tahun untuk mengurangi kecenderungan bunuh diri. Dianjurkan pada pasien dengan kecenderungan bunuh diri untuk diberikan lagi treapi lanjutan Clozapine setlah pemberian terapi Clozapine selama 2 tahun. Dan secara regular efek terapi Clozapine dilihat kembali, berdasarkan pada Penilaian resiko pasien terhadap kecenderungan bunuh diri selama terapi.

Kemasan

NUCLOZ®-25

Box, 5 strip @ 10 tablet

No. Reg. : DKL2043008110A1

NUCLOZ®-100

Box, 3 strip @ 10 tablet

No. Reg. : DKL2043008110B1

Harus dengan resep dokter