Loading...

NUSOTER

NUSOTER

Komposisi

Setiap tablet NUSOTER® mengandung Misoprostol (1% in HPMC) setara dengan Misoprostol 200 mcg

Farmakologi

Misoprostol adalah analog sintetik prostaglandin E1 yang memiliki efek antisekretori dan melindungi mukosa lambung. Efek antisekretorinya merupakan efek langsung pada reseptor prostaglandin spesifik di permukaan sel parietal lambung. Efek proteksi mukosa terhadap zat-zat yang merusak timbul pada dosis yang menghambat serta dosis yang mempengaruhi sekresi asam secara minimal.

Aktivitas antisekresi:

Efek pada sekresi asam: Misoprostol menghambat sekresi asam pada siang dan malam hari dan yang disebabkan stimulasi oleh histamin, pentagastrin serta kopi. Efek antisekretori ini dapat diamati sampai 5½ jam setelah pemberian Misoprostol; Efek terhadap sekresi pepsin dan volume cairan lambung: Misoprostol menyebabkan penurunan yang moderat pada kadar pepsin dan volume cairan lambung pada kondisi basal, tetapi bukan sewaktu kondisi stimulasi; Efek terhadap serum gastrin: Misoprostol tidak memiliki efek yang persisten pada tingkat puasa atau pada peningkatan serum gastrin setelah makan; Efek pada sekresi factor instrinsik: Dengan pentagastrin sebagai stimulan pengeluaran faktor instrinsik tidak terpengaruhi oleh pemberian Misoprostol 100 mcg; Aktivitas proteksi mukosa: Misoprostol memiliki srfat memperkuat integritas barriermukosa gastroduodenal dari efek-efek bahan perusak. Hal ini mencakup perangsangan sekresi bikarbonat duodenal dan produksi mukus lambung. Misoprostol juga memelihara hemodinamik mukosa

Indikasi

Misoprostol diindikasikan untuk pencegahan ulkus lambung yang diinduksi oleh pemberian NSAID (termasuk aspirin) pada pasien yang berisiko tinggi terjadi komplikasi dari ulkus lambung seperti pasien lanjut usia dan pasien dengan concomitant debilitating disease, pasien dengan risiko tinggi terkena ulkus lambung seperti pasien dengan riwayat ulkus. Misoprostol sebaiknya diberikan selama terapi NSAID yang diresepkan oleh dokter.

Dosis

  • Dosis Misoprostol yang dianjurkan pada dewasa untuk pencegahan ulkus lambung yang diinduksi oleh pemberian NSAID adalah 200 mcg 4 kali per hari, diberikan dengan makanan. Jika dosis tidak dapat ditoleransi, dapat diberikan dengan dosis 100 mcg. Misoprostol sebaiknya diberikan selama terapi NSAID yang diresepkan oleh dokter. Misoprostol sebaiknya diberikan dengan makanan dan pada waktu akan tidur malam
  • Gangguan fungsi ginjal: tidak diperlukan penyesuaian dosis pemberian Misoprostol pada pasien dengan gangguan fungsi ginjai, tetapi dosis dapat diturunkan jika dosis 200 mcg tidak dapat ditoleransi oleh Pasien

Kemasan

NUSOTER® Tablet        

Box, 3 strip @ 10 tablet             

No. Reg.: DKL2143009010A1

Harus dengan resep dokter